I am Meyzar

sumber

semuanya dari goal.crot :)

Awal perjalanan panjang Inggris menuju Piala Eropa 2012 ditandai dengan gebrakan luar biasa di partai perdana kualifikasi: Inggris menggebuk Bulgaria 4-0, dengan Jermain Defoe tampil sebagai pahlawan berkat hat-trick-nya. Dua pertandingan berlalu, Inggris merajai Grup G. Akan tetapi harapan Inggris untuk segera memastikan satu tiket ke putaran final menemui jalan terjal setelah menghadapi dua hasil mengecewakan saat ditahan imbang di kandang Montenegro dan Swiss.Kendati demikian, pasukan Fabio Capello perlahan bangkit dengan kembali menghajar Bulgaria dan menang tipis atas Wales. Dua hasil positif itu praktis sudah cukup mengantar the Three Lions mengunci satu tempat di Polandia-Ukraina. Namun di laga pamungkas kontra Montenegro terjadi insiden yang amat sangat merugikan Inggris, yakni kartu merah Wayne Rooney. Pada laga itu, Inggris sudah sempat memimpin dua gol sebelum dikejar oleh Montenegro untuk memaksakan hasil seri 2-2. Akibat kartu merah itu, Rooney terpaksa harus absen di tiga laga penyisihan grup Piala Eropa.
Kiprah Inggris di kejuaraan terbaik Benua Biru ini yang paling fenomenal dalam beberapa dekade ke belakang terjadi di tahun 1996, saat itu mereka mencapai babak semi-final. Namun apa lacur, kegagalan Gareth Southgate mengonversi tendangan penalti memaksa skuad asuhan Inggris era Terry Venable harus puas mengelus dada melihat Jerman melaju ke final berkat kemenangan dalam drama adu tos-tosan.Lebih ironis lagi di edisi 2000, Inggris disingkirkan Rumania di gim final grup lewat sebuah eksekusi penalti di menit-menit terakhir pertandingan. Empat tahun berselang, kembali tendangan 12 pas menjadi sebuah cerita pahit tersendiri bagi Inggris. Bertemu Portugal di perempat-final, tim sepakbola negeri Ratu Elisabeth mesti berbesar hati bertekuk lutut di tangan Portugal yang memenangkan adu penalti. Dan di tahun 2008 diwarnai dengan pemecatan manajer Steve McClaren atas ketidakberhasilannya membawa Inggris mengamankan tiket ke putaran final Euro 2008
Setelah pengunduran diri Fabio Capello sebagai manajer Februari lalu akibat perbedaan pendapat tentang pencabutan ban kapten John Terry oleh FA, manajer Tottenham Hotspur Harry Redknapp menjadi calon favorit menjadi pengganti. Namun, Roy Hodgson muncul membalikkan perkiraan.Pengumuman Hodgson sebagai manajer baru dilakukan FA pada 1 Mei sehingga West Bromwich Albion dapat mencari penggantinya saat musim berakhir. Pria 64 tahun itu kenyang pengalaman melatih di FC Kopenhagen, Fulham, Internazionale, Liverpool, Finlandia, dan Swiss, tapi hanya punya sedikit waktu untuk menyiapkan tim jelang Euro 2012. Hodgson, yang dikontrak empat tahun, kemudian mengumumkan skuat tanpa diperkuat bek kawakan Manchester United, Rio Ferdinand, sehingga melahirkan pertanyaan atas pencapaian Inggris di turnamen nanti.
Tugas lain Hodgson sebagai manajer baru adalah memilih kapten tim dan terpilih lah Steven Gerrard sebagai pengomando skuat Tiga Singa di Euro 2012. Pilihan ini tidak mengejutkan karena Gerrard sudah berpengalaman hampir di 100 pertandingan bersama timnas dan pernah mencetak gol di ajang sekelas Piala Dunia maupun Euro.Gerrard memulai debut 12 tahun lalu sehingga pengalaman serta kepemimpinannya dari lini tengah diperlukan tim. Pemain Liverpool ini juga dikenal sering mencetak gol penting dan memberikan assist yang cermat. Secara otomatis, posisi tim inti sudah digenggam Gerrard. Tinggal bagaimana si pemain mengatur kondisi fisiknya agar selalu dapat menjadi tumpuan tim.
Wayne Rooney menjadi bagian tak terpisahkan atas lolosnya Inggris ke putaran final Euro 2012. Striker Manchester United itu telah bangkit dari penampilan buruknya di Piala Dunia 2010 lalu untuk menjadi salah satu pemain paling kontributif selama kualifikasi Euro 2012. Rooney, yang sudah tak lagi mencetak gol di turnamen besar sejak kali terakhir mencetak gol di Euro 2004, di tahap kualifikasi berhasil melesakkan tiga gol dari tujuh laga yang dilakoninya.Namun Rooney tetaplah Rooney. Tak bisa kontrol emosi saat menghadapi Montenegro di laga pamungkas kualifikasi, ia pun diganjar kartu merah setelah menekel dari belakang Miodrag Dzudovic. Imbas dari kartu merah amat merugikan lantaran Inggris harus kehilangan jasa Rooney selama tiga pertandingan fase grup di Polandia-Ukraina. Meski begitu, Capello diyakini tetap akan menjadikan Rooney sebagai bagian dari skuad Inggris di kompetisi termasyur Eropa tersebut. 
Direkrut Arsenal di awal musim 2011/12 dengan transfer senilai £15 juta, Alex Oxlade-Chamberlain merupakan pemain kejutan dalam skuat Inggris untuk Euro 2012. Sama halnya seperti ketika Theo Walcott dipanggil mengikuti Piala Dunia 2006, tapi potensi yang dimiliki Oxlade-Chamberlain setidaknya merupakan salah satu yang terbaik di antara pemain lain di posisinya.Pemain 18 tahun ini memiliki kecepatan dan memahami permainan. Dia banyak belajar dari penampilan memperkuat timnas U-21 dan posisi sebagai senjata simpanan merupakan peran paling mungkin yang akan diembannya di turnamen nanti. 
kegagalan bagi inggris di depan mata ketika penunjukan hodgson dan pemainnya yang mayoritas dari liverpool

Awal perjalanan panjang Inggris menuju Piala Eropa 2012 ditandai dengan gebrakan luar biasa di partai perdana kualifikasi: Inggris menggebuk Bulgaria 4-0, dengan Jermain Defoe tampil sebagai pahlawan berkat hat-trick-nya. Dua pertandingan berlalu, Inggris merajai Grup G. Akan tetapi harapan Inggris untuk segera memastikan satu tiket ke putaran final menemui jalan terjal setelah menghadapi dua hasil mengecewakan saat ditahan imbang di kandang Montenegro dan Swiss.

Kendati demikian, pasukan Fabio Capello perlahan bangkit dengan kembali menghajar Bulgaria dan menang tipis atas Wales. Dua hasil positif itu praktis sudah cukup mengantar the Three Lions mengunci satu tempat di Polandia-Ukraina. Namun di laga pamungkas kontra Montenegro terjadi insiden yang amat sangat merugikan Inggris, yakni kartu merah Wayne Rooney. Pada laga itu, Inggris sudah sempat memimpin dua gol sebelum dikejar oleh Montenegro untuk memaksakan hasil seri 2-2. Akibat kartu merah itu, Rooney terpaksa harus absen di tiga laga penyisihan grup Piala Eropa.

Kiprah Inggris di kejuaraan terbaik Benua Biru ini yang paling fenomenal dalam beberapa dekade ke belakang terjadi di tahun 1996, saat itu mereka mencapai babak semi-final. Namun apa lacur, kegagalan Gareth Southgate mengonversi tendangan penalti memaksa skuad asuhan Inggris era Terry Venable harus puas mengelus dada melihat Jerman melaju ke final berkat kemenangan dalam drama adu tos-tosan.

Lebih ironis lagi di edisi 2000, Inggris disingkirkan Rumania di gim final grup lewat sebuah eksekusi penalti di menit-menit terakhir pertandingan. Empat tahun berselang, kembali tendangan 12 pas menjadi sebuah cerita pahit tersendiri bagi Inggris. Bertemu Portugal di perempat-final, tim sepakbola negeri Ratu Elisabeth mesti berbesar hati bertekuk lutut di tangan Portugal yang memenangkan adu penalti.

Dan di tahun 2008 diwarnai dengan pemecatan manajer Steve McClaren atas ketidakberhasilannya membawa Inggris mengamankan tiket ke putaran final Euro 2008

Setelah pengunduran diri Fabio Capello sebagai manajer Februari lalu akibat perbedaan pendapat tentang pencabutan ban kapten John Terry oleh FA, manajer Tottenham Hotspur Harry Redknapp menjadi calon favorit menjadi pengganti. Namun, Roy Hodgson muncul membalikkan perkiraan.

Pengumuman Hodgson sebagai manajer baru dilakukan FA pada 1 Mei sehingga West Bromwich Albion dapat mencari penggantinya saat musim berakhir. Pria 64 tahun itu kenyang pengalaman melatih di FC Kopenhagen, Fulham, Internazionale, Liverpool, Finlandia, dan Swiss, tapi hanya punya sedikit waktu untuk menyiapkan tim jelang Euro 2012. Hodgson, yang dikontrak empat tahun, kemudian mengumumkan skuat tanpa diperkuat bek kawakan Manchester United, Rio Ferdinand, sehingga melahirkan pertanyaan atas pencapaian Inggris di turnamen nanti.

Tugas lain Hodgson sebagai manajer baru adalah memilih kapten tim dan terpilih lah Steven Gerrard sebagai pengomando skuat Tiga Singa di Euro 2012. Pilihan ini tidak mengejutkan karena Gerrard sudah berpengalaman hampir di 100 pertandingan bersama timnas dan pernah mencetak gol di ajang sekelas Piala Dunia maupun Euro.

Gerrard memulai debut 12 tahun lalu sehingga pengalaman serta kepemimpinannya dari lini tengah diperlukan tim. Pemain Liverpool ini juga dikenal sering mencetak gol penting dan memberikan assist yang cermat. Secara otomatis, posisi tim inti sudah digenggam Gerrard. Tinggal bagaimana si pemain mengatur kondisi fisiknya agar selalu dapat menjadi tumpuan tim.

Wayne Rooney menjadi bagian tak terpisahkan atas lolosnya Inggris ke putaran final Euro 2012. Striker Manchester United itu telah bangkit dari penampilan buruknya di Piala Dunia 2010 lalu untuk menjadi salah satu pemain paling kontributif selama kualifikasi Euro 2012. Rooney, yang sudah tak lagi mencetak gol di turnamen besar sejak kali terakhir mencetak gol di Euro 2004, di tahap kualifikasi berhasil melesakkan tiga gol dari tujuh laga yang dilakoninya.

Namun Rooney tetaplah Rooney. Tak bisa kontrol emosi saat menghadapi Montenegro di laga pamungkas kualifikasi, ia pun diganjar kartu merah setelah menekel dari belakang Miodrag Dzudovic. Imbas dari kartu merah amat merugikan lantaran Inggris harus kehilangan jasa Rooney selama tiga pertandingan fase grup di Polandia-Ukraina. Meski begitu, Capello diyakini tetap akan menjadikan Rooney sebagai bagian dari skuad Inggris di kompetisi termasyur Eropa tersebut.

Direkrut Arsenal di awal musim 2011/12 dengan transfer senilai £15 juta, Alex Oxlade-Chamberlain merupakan pemain kejutan dalam skuat Inggris untuk Euro 2012. Sama halnya seperti ketika Theo Walcott dipanggil mengikuti Piala Dunia 2006, tapi potensi yang dimiliki Oxlade-Chamberlain setidaknya merupakan salah satu yang terbaik di antara pemain lain di posisinya.

Pemain 18 tahun ini memiliki kecepatan dan memahami permainan. Dia banyak belajar dari penampilan memperkuat timnas U-21 dan posisi sebagai senjata simpanan merupakan peran paling mungkin yang akan diembannya di turnamen nanti.

kegagalan bagi inggris di depan mata ketika penunjukan hodgson dan pemainnya yang mayoritas dari liverpool

Bukan tugas yang mudah bagi Prancis untuk lolos dari kualifikasi Euro 2012. Setelah penampilan buruk di Piala Dunia, mereka menderita kekalahan mengejutkan dari Belarusia di kandang sendiri, meski kemudian terbukti menjadi satu-satunya kekalahan mereka pada kualifikasi.Titik balik Les Bleus terjadi di Bosnia-Herzegovina ketika berhasil mengalahkan tuan rumah 2-0. Akibat serangkaian hasil yang tidak memuaskan, penampilan akhir juga ditandai ketika menghadapi pasukan Safet Susic yang menentukan tiket ke Polandia dan Ukraina tahun depan.Edin Dzeko membawa Bosnia unggul lebih dahulu, tetapi dengan mengatasi kendala cedera yang mereka hadapi, Prancis mampu menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Samir Nasri
Prancis dua kali menjuarai Euro meski rekor keseluruhan mereka tidak bisa dibilang gemilang.Dipimpin Michel Platini pada 1984, Prancis meraih kesuksesan di kandang sendiri tanpa pernah melaju ke putaran final turnamen sebelumnya. Pencapaian serupa diraih 16 tahun berselang dengan mengalahkan Italia secara dramatis.Sejak saat itu, Prancis dikalahkan Yunani pada perempat-final Euro 2004 sebelum secara tragis tersingkir empat tahun kemudian dari grup keras yang dihuni Belanda dan Italia.
Ditunjuk sebagai penerus kiprah Raymond Domenech yang gagal total, Laurent Blanc ditugasi memimpin Prancis untuk bangkit dari kegagalan Piala Dunia 2010 yang memecah belah skuad timnas.Karier kepelatihan Blanc terbilang hijau dengan pengalaman dua tahun menangani Girondins Bordeaux. Meski demikian, pada musim debutnya Blanc membawa gelar juara Ligue 1 ke Stade Chaban-Delmas serta diikuti keberhasilan menembus babak delapan besar Liga Champions musim berikutnya.Blanc tahu betul pentas internasional. Mantan bek tengah ini merupakan bagian sukses Prancis menjuarai Piala DUnia 1998, meski absen pada laga final karena sanksi akumulasi kartu.
Blanc menunjuk seorang Hugo Lloris untuk memimpin rekan-rekan setimnya di Euro 2012, Februari lalu.Lloris sudah bermain 30 kali untuk timnas Prancis dalam usia 25 tahun dan menjadi salah satu kiper yang penampilannya dipuji publik Eropa setelah bergabung dari Nice pada 2008.Meski pemain lain seperti Franck Ribery, Florent Malouda, dan Eric Abidal lebih berpengalaman, dengan tampil di final Piala Dunia 2006, Lloris menjadi ujung tombak era baru sepakbola Prancis
Bukan tugas mudah memilih yang terbaik dari jajaran pemain timnas Prancis saat ini karena begitu banyak pemain yang tampil di pentas internasional.Contohnya, Franck Ribery. Bagi publik Prancis, Ribery kerap dianggap terlalu individualistis dan egoistis. Namun, Blanc mempercayakan Ribery sebagai pemain yang dapat mempengaruhi hasil pertandingan.Cedera dan kehilangan performa membuat Ribery belum menemui puncak penampilan sejak ditangani Blanc, tapi kalau bisa bermain sebaik di Bayern Munich setiap pekan, Prancis akan sangat diuntungkan.
Sejak Blanc bertugas, Yann M’Vila merupakan pemain yang tidak tergantikan. Hal itu membuktikan penampilan cemerlang gelandang Rennes itu untuk Prancis.M’Vila dipuji karena memiliki kemampuan bertahan yang baik, selain sangat mobil di posisinya. M’Vila juga mampu memberikan ancaman ofensif ketika memperoleh bola di kakinya, meski mencetak gol bukan merupakan tugas utamanya. Dikaitkan dengan transfer potensial ke sejumlah klub top Eropa musim panas ini, termasuk Arsenal dan Real Madrid, penampilan positif di Euro 2012 akan menyingkirkan segala keraguan atas reputasinya saat ini.

Bukan tugas yang mudah bagi Prancis untuk lolos dari kualifikasi Euro 2012. Setelah penampilan buruk di Piala Dunia, mereka menderita kekalahan mengejutkan dari Belarusia di kandang sendiri, meski kemudian terbukti menjadi satu-satunya kekalahan mereka pada kualifikasi.

Titik balik Les Bleus terjadi di Bosnia-Herzegovina ketika berhasil mengalahkan tuan rumah 2-0. Akibat serangkaian hasil yang tidak memuaskan, penampilan akhir juga ditandai ketika menghadapi pasukan Safet Susic yang menentukan tiket ke Polandia dan Ukraina tahun depan.

Edin Dzeko membawa Bosnia unggul lebih dahulu, tetapi dengan mengatasi kendala cedera yang mereka hadapi, Prancis mampu menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Samir Nasri

Prancis dua kali menjuarai Euro meski rekor keseluruhan mereka tidak bisa dibilang gemilang.

Dipimpin Michel Platini pada 1984, Prancis meraih kesuksesan di kandang sendiri tanpa pernah melaju ke putaran final turnamen sebelumnya. Pencapaian serupa diraih 16 tahun berselang dengan mengalahkan Italia secara dramatis.

Sejak saat itu, Prancis dikalahkan Yunani pada perempat-final Euro 2004 sebelum secara tragis tersingkir empat tahun kemudian dari grup keras yang dihuni Belanda dan Italia.

Ditunjuk sebagai penerus kiprah Raymond Domenech yang gagal total, Laurent Blanc ditugasi memimpin Prancis untuk bangkit dari kegagalan Piala Dunia 2010 yang memecah belah skuad timnas.

Karier kepelatihan Blanc terbilang hijau dengan pengalaman dua tahun menangani Girondins Bordeaux. Meski demikian, pada musim debutnya Blanc membawa gelar juara Ligue 1 ke Stade Chaban-Delmas serta diikuti keberhasilan menembus babak delapan besar Liga Champions musim berikutnya.

Blanc tahu betul pentas internasional. Mantan bek tengah ini merupakan bagian sukses Prancis menjuarai Piala DUnia 1998, meski absen pada laga final karena sanksi akumulasi kartu.

Blanc menunjuk seorang Hugo Lloris untuk memimpin rekan-rekan setimnya di Euro 2012, Februari lalu.

Lloris sudah bermain 30 kali untuk timnas Prancis dalam usia 25 tahun dan menjadi salah satu kiper yang penampilannya dipuji publik Eropa setelah bergabung dari Nice pada 2008.

Meski pemain lain seperti Franck Ribery, Florent Malouda, dan Eric Abidal lebih berpengalaman, dengan tampil di final Piala Dunia 2006, Lloris menjadi ujung tombak era baru sepakbola Prancis

Bukan tugas mudah memilih yang terbaik dari jajaran pemain timnas Prancis saat ini karena begitu banyak pemain yang tampil di pentas internasional.

Contohnya, Franck Ribery. Bagi publik Prancis, Ribery kerap dianggap terlalu individualistis dan egoistis. Namun, Blanc mempercayakan Ribery sebagai pemain yang dapat mempengaruhi hasil pertandingan.

Cedera dan kehilangan performa membuat Ribery belum menemui puncak penampilan sejak ditangani Blanc, tapi kalau bisa bermain sebaik di Bayern Munich setiap pekan, Prancis akan sangat diuntungkan.

Sejak Blanc bertugas, Yann M’Vila merupakan pemain yang tidak tergantikan. Hal itu membuktikan penampilan cemerlang gelandang Rennes itu untuk Prancis.

M’Vila dipuji karena memiliki kemampuan bertahan yang baik, selain sangat mobil di posisinya. M’Vila juga mampu memberikan ancaman ofensif ketika memperoleh bola di kakinya, meski mencetak gol bukan merupakan tugas utamanya.

Dikaitkan dengan transfer potensial ke sejumlah klub top Eropa musim panas ini, termasuk Arsenal dan Real Madrid, penampilan positif di Euro 2012 akan menyingkirkan segala keraguan atas reputasinya saat ini.

Swedia mengawali kualifikasi dengan sempurna, mencetak delapan gol di dua partai pembuka tanpa kebobolan satu pun.Kekalahan telak 4-1 dari Belanda memang membuat tim Skandinavia itu terpukul, tetapi tim asuhan Erik Hamren itu belajar dari kesalahan dan mulai meraup kemenangan demi kemenangan lagi.Kemenangan tandang 4-1 atas Moldova, yang kemudian diikuti dengan takluknya tim tetangga Finlandia 5-0, membuat tim-tim lain di Grup E sadar pasukan Swedia menganggap kualifikasi ini sungguh serius.Hungaria berhasil mengejutkan Swedia 2-1, tetapi hasil tersebut terbukti hanya menjadi batu kerikil bagi Swedia yang mampu mengumpulkan kemenangan hingga partai terakhir saat mereka sukses membalas dendam kepada Belanda dengan kemenangan 3-2 di stadion Rasunda. Hasil itu membuat mereka dipastikan duduk di posisi kedua sekaligus mengakhiri rentetan 17 kemenangan Belanda di pertandingan kualifikasi.
Euro 1992 menjadi kali pertama Swedia berpartisipasi, itu pun karena peran mereka sebagai tuan rumah.Karena belum pernah lolos ke Euro sebelumnya, banyak orang melihat Swedia dengan sebelah mata, tetapi mereka berhasil memutarbalikkan prediksi banyak orang dan mencatat sejarah terbaik mereka di Euro dengan lolos ke semi-final dalam turnamen yang diikuti delapan tim itu. Mantan penyerang Parma dan Leeds United Tomas Brolin menjadi salah satu pencetak gol terbanyak.Pada 2004, Zlatan Ibrahimovic bergabung dengan pujaan nasional Henrik Larsson di lini depan Swedia, yang membuat mereka memiliki salah satu daya dobrak terbaik di kejuaraan itu. Dan hasilnya pun tak mengecewakan, mereka berhasil lolos ke perempat-final, namun harus berhenti di tangan Belanda dalam adu penalti.
Meskipun Hamren punya beberapa pemain dengan skill tinggi dalam timnya, ia tak memiliki cukup banyak bintang untuk dipilih seperti halnya yang dialami pelatih Jerman Joachim Low. Hal itu memaksanya untuk membuat banyak hal sesederhana mungkin.Dengan biasanya mengandalkan formasi 4-2-3-1, dengan dua gelandang bertahan dan satu striker tunggal, Hamren cukup hebat untuk mengeluarkan hal terbaik dari timnya. Delapan kemenangan dari sepuluh partai kualifikasi sejak menjadi pelatih Swedia menjadi bukti.Bahkan tanpa Zlatan Ibrahimovic saat bertandang ke Moldova, Hamren berhasil merancang kemenangan 4-1, dan pembantaian Finlandia 5-0 membuktikan tak hanya tim kecil yang akan menelan kekalahan telak jika Hamren menggunakan taktik jitu.
Ibrahimovic mengikuti jejak Henrik Larsson sebagai striker dengan ban kapten, namun banyak fans yang belum sepenuhnya sadar dengan dua sisi kehidupan mantan bintang Inter dan Barcelona itu.Penyerang AC Milan itu bukan hanya mampu mencetak banyak gol, tetapi juga sama hebatnya dalam menciptakan kontroversi di tim, sesuatu yang sejauh ini masih bisa dihindari Hamren.Mungkin tanggung jawab tambahan menjadi obat mujarab untuk membungkus sisi gelap Zlatan, tetapi yang pasti, situasi harus bertahan seperti itu jika ia masih diharapkan memberikan teladan dari lini depan.
Setelah akhirnya masuk tim inti di bawah asuhan Alex McLeish di Birmingham pada musim 2010/11, Seb Larsson mulai menunjukkan bakat luar biasa sebagai gelandang, dengan masalah utama adalah emosinya yang meledak-ledak.Meskipun gaya bicara Larsson lebih sering membuatnya masuk buku catatan wasit, Swedia tetap akan mengharapkan inspirasi dari pemain Sunderland itu di Polandia dan Ukraina. Dan dengan umurnya yang akan mencapai 27 pada musim panas nanti, spesialis bola mati itu diharapkan lebih bijak dalam mengritik keputusan wasit.Dengan umpan-umpan akurat dan kegemaran mencetak gol di menit-menit akhir, Larson membuka rekening golnya dengan tiga gol selama kualifikasi Euro 2012, yang berarti Larsson memiliki momentum yang tepat untuk menikmati turnamen hebat bersama timnasnya
Meskipun menjadi salah satu pemain termuda di tim senior, penampilan Olsson di klub dan timnas membuatnya memastikan setidaknya ada satu tempat baginya di tim manapun.Fleksibilitasnya untuk bermain di posisi apapun di sayap kiri, kerja keras pemuda Swedia itu diimbangi dengan bakatnya terus diasah di atas lapangan. Baik saat bertahan ataupun menyerang, kehebatan Olsson membuatnya menjadi pemain kunci tim Liga Primer Inggris Blackburn, suatu prestasi tersendiri dalam usianya yang masih belia.Setelah sukses mencetak gol di timnas, waktu di mana Larsson beradaptasi sepertinya sudah berlalu, dan membuatnya hanya perlu fokus untuk bersinar di Euro nanti.
IBRAHIMOVIC faktor utama keberhasilan swedia lolos ke putraran final,untuk di euro nanti ya kita lihat apakah ibra mampu seorang diri mengalahkan lawan lawannya

Swedia mengawali kualifikasi dengan sempurna, mencetak delapan gol di dua partai pembuka tanpa kebobolan satu pun.

Kekalahan telak 4-1 dari Belanda memang membuat tim Skandinavia itu terpukul, tetapi tim asuhan Erik Hamren itu belajar dari kesalahan dan mulai meraup kemenangan demi kemenangan lagi.

Kemenangan tandang 4-1 atas Moldova, yang kemudian diikuti dengan takluknya tim tetangga Finlandia 5-0, membuat tim-tim lain di Grup E sadar pasukan Swedia menganggap kualifikasi ini sungguh serius.

Hungaria berhasil mengejutkan Swedia 2-1, tetapi hasil tersebut terbukti hanya menjadi batu kerikil bagi Swedia yang mampu mengumpulkan kemenangan hingga partai terakhir saat mereka sukses membalas dendam kepada Belanda dengan kemenangan 3-2 di stadion Rasunda. Hasil itu membuat mereka dipastikan duduk di posisi kedua sekaligus mengakhiri rentetan 17 kemenangan Belanda di pertandingan kualifikasi.

Euro 1992 menjadi kali pertama Swedia berpartisipasi, itu pun karena peran mereka sebagai tuan rumah.

Karena belum pernah lolos ke Euro sebelumnya, banyak orang melihat Swedia dengan sebelah mata, tetapi mereka berhasil memutarbalikkan prediksi banyak orang dan mencatat sejarah terbaik mereka di Euro dengan lolos ke semi-final dalam turnamen yang diikuti delapan tim itu. Mantan penyerang Parma dan Leeds United Tomas Brolin menjadi salah satu pencetak gol terbanyak.

Pada 2004, Zlatan Ibrahimovic bergabung dengan pujaan nasional Henrik Larsson di lini depan Swedia, yang membuat mereka memiliki salah satu daya dobrak terbaik di kejuaraan itu. Dan hasilnya pun tak mengecewakan, mereka berhasil lolos ke perempat-final, namun harus berhenti di tangan Belanda dalam adu penalti.

Meskipun Hamren punya beberapa pemain dengan skill tinggi dalam timnya, ia tak memiliki cukup banyak bintang untuk dipilih seperti halnya yang dialami pelatih Jerman Joachim Low. Hal itu memaksanya untuk membuat banyak hal sesederhana mungkin.

Dengan biasanya mengandalkan formasi 4-2-3-1, dengan dua gelandang bertahan dan satu striker tunggal, Hamren cukup hebat untuk mengeluarkan hal terbaik dari timnya. Delapan kemenangan dari sepuluh partai kualifikasi sejak menjadi pelatih Swedia menjadi bukti.

Bahkan tanpa Zlatan Ibrahimovic saat bertandang ke Moldova, Hamren berhasil merancang kemenangan 4-1, dan pembantaian Finlandia 5-0 membuktikan tak hanya tim kecil yang akan menelan kekalahan telak jika Hamren menggunakan taktik jitu.

Ibrahimovic mengikuti jejak Henrik Larsson sebagai striker dengan ban kapten, namun banyak fans yang belum sepenuhnya sadar dengan dua sisi kehidupan mantan bintang Inter dan Barcelona itu.

Penyerang AC Milan itu bukan hanya mampu mencetak banyak gol, tetapi juga sama hebatnya dalam menciptakan kontroversi di tim, sesuatu yang sejauh ini masih bisa dihindari Hamren.

Mungkin tanggung jawab tambahan menjadi obat mujarab untuk membungkus sisi gelap Zlatan, tetapi yang pasti, situasi harus bertahan seperti itu jika ia masih diharapkan memberikan teladan dari lini depan.

Setelah akhirnya masuk tim inti di bawah asuhan Alex McLeish di Birmingham pada musim 2010/11, Seb Larsson mulai menunjukkan bakat luar biasa sebagai gelandang, dengan masalah utama adalah emosinya yang meledak-ledak.

Meskipun gaya bicara Larsson lebih sering membuatnya masuk buku catatan wasit, Swedia tetap akan mengharapkan inspirasi dari pemain Sunderland itu di Polandia dan Ukraina. Dan dengan umurnya yang akan mencapai 27 pada musim panas nanti, spesialis bola mati itu diharapkan lebih bijak dalam mengritik keputusan wasit.

Dengan umpan-umpan akurat dan kegemaran mencetak gol di menit-menit akhir, Larson membuka rekening golnya dengan tiga gol selama kualifikasi Euro 2012, yang berarti Larsson memiliki momentum yang tepat untuk menikmati turnamen hebat bersama timnasnya

Meskipun menjadi salah satu pemain termuda di tim senior, penampilan Olsson di klub dan timnas membuatnya memastikan setidaknya ada satu tempat baginya di tim manapun.

Fleksibilitasnya untuk bermain di posisi apapun di sayap kiri, kerja keras pemuda Swedia itu diimbangi dengan bakatnya terus diasah di atas lapangan. Baik saat bertahan ataupun menyerang, kehebatan Olsson membuatnya menjadi pemain kunci tim Liga Primer Inggris Blackburn, suatu prestasi tersendiri dalam usianya yang masih belia.

Setelah sukses mencetak gol di timnas, waktu di mana Larsson beradaptasi sepertinya sudah berlalu, dan membuatnya hanya perlu fokus untuk bersinar di Euro nanti.

IBRAHIMOVIC faktor utama keberhasilan swedia lolos ke putraran final,untuk di euro nanti ya kita lihat apakah ibra mampu seorang diri mengalahkan lawan lawannya

April 2007, Ukraina dan Polandia diumumkan sebagai tuan rumah bersama Euro 2012. Penunjukan itu membuat kedua tim otomatis lolos ke turnamen empat tahunan di musim panas itu. Sejak gagal lolos dari babak kualifikasi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Ukraina harus menyiapkan diri dengan menggelar sejumlah gim persahabatan.Persiapan tim sempat terganggu dengan pengunduran diri pelatih Myron Markevych pada akhir tahun lalu. Dia memutuskan untuk mundur dengan alasan moral, karena menurutnya klub yang juga dilatihnya, Metalist Kharkiv sering diperlakukan dengan tidak adil oleh federasi sepakbola Ukraina (FFU). Yuriy Kalitvintsev sempat ditunjuk sebagai pelatih sementara dan menangani tim dalam delapan gim, sampai kemudian figur legendaris Oleg Blokhin kembali ditunjuk sebagai pelatih untuk membesut Ukraina sejak April 2011.
Rekor Ukraina di kejuaraan Eropa termasuk buruk karena mereka belum pernah lolos dari babak kualifikasi. Ini tentu bisa dimaklumi karena sejarah sepakbola mereka baru dimulai sejak perpecahan negara Uni Soviet, dan baru memgikuti babak kualifikasi Piala Eropa 1996. Saat itu mereka hanya berada di peringkat keempat di dalam grup yang meloloskan Italia dan Kroasia.Empat tahun kemudian di Euro 2000, mereka kalah secara menyakitkan di babak play-off dari Slovenia dengan skor 3-2 dari dua pertandingan. Momen yang paling dikenang dalam gim itu adalah gol tendangan jarak jauh pemain Slovenia Milenko Acimovic. Di babak kualifikasi 2004 mereka lagi-lagi gagal dan finis di peringkat ketiga di bawah Spanyol dan Yunani yang akhirnya menjadi juara. Empat tahun berikutnya meeka kembali tampil mengecewakan dan hanya menempati urutan keempat di bawah Italia, Prancis dan Skotlandia di babak kualifikasi Grup B. Ukraina terpaut sembilan poin dari tim yang lolos kualifikasi. Di tahun 2012 mereka akhirnya akan merasakan persaingan di Piala Eropa setelah ditunjuk menjadi tuan rumah bersama Polandia.
Ini merupakan kali kedua Oleg Blokhin menangani tim nasional Ukraina. Sebelumnya ia membawa negaranya untuk pertama kalinya lolos dan berlaga di Piala Dunia 2006. Mereka juga tampil cukup bagus, maju sampai ke perempat-final sebelum dihentikan Italia yang akhirnya menjadi juara. Prestasinya di tingkat klub memang jauh dari mengesankan, tapi dengan pengalaman di tahun 2006 tentunya hanya sedikit yang menentang penunjukannya kembali. Sebagai seorang pemain, Blokhin termasuk penyerang atletis dengan karir gemilang. Ia merupakan figur utama tim Dynamo Kiev yang tampil mengesankan di era 1970-an dan 1980-an. Sayangnya, meskipun 112 kali memperkuat Uni Sovyet selama 16 tahun, ia tak pernah tampil di Piala Eropa meskipun pernah dua kali berlaga di Piala Dunia (1982 dan 1986).
Selama menangani Ukraina menghadapi Euro 2012, ban kapten bergantian dikenakan Andriy Shevchenko dan Anatoliy Tymoshchuk. Blokhin suka bereksperimen dengan memakai formasi 4-4-2 atau 4-2-3-1. Kalau bisa memastikan posisinya sebagai pemain utama, Shevchenko kemungkinan besar akan menjadi kapten tim.Mantan pemain AC Milan yang kini kembali memperkuat Dynamo Kiev ini rasanya tidak perlu diperkenalkan lagi. Ia pernah terpilih sebagai Pemain Terbaik Eropa di tahun 2004 dan sempat membawa Dynamo melaju ke semi-final Liga Champions 1999 sebelum hijrah ke Milan dan menjalani tujuh tahun yang gemilang dan sangat produktif. Pengaruhnya di dalam tim sudah tidak sekuat dulu lagi, tapi dia tetap sosok yang besar dan penting. Kalau mencetak empat gol lagi, dia akan menggenapi rekor 50 gol untuk negaranya.
Dinobatkan sebagai pesepakbola terbaik Ukraina sepanjang masa tahun lalu, barangkali Anatoliy Tymoschuk bukan tipe pemain yang dengan cepat dipuja penggemar sepakbola, tapi dia pemain yang mengedepankan efektivitas permainan.Bermain sebagai gelandang bertahan, Tymoschuk memulai debut timnas 12 tahun lalu. Hingga kini pemain Bayern Munich ini merupakan pemegang rekor penampilan sepanjang masa di timnas Ukraina dengan torehan mendekati 120 caps sebelum Euro 2012.Tymoschuk juga bisa bermain sebagai bek tengah, seperti yang dilakukannya bersama Bayern. Permainan yang tidak kenal lelah, meski sudah berusia 33 tahun, menjadikannya aset terbesar pelatih Blokhin saat tampil di depan publik sendiri saat turnamen berlangsung.
Ia mungkin belum banyak memberi pengaruh bagi tim Ukraina, tapi penyerang berusia 22 tahun ini mampu menawarkan banyak hal dan memberikan dimensi tambahan. Penguasaan bolanya termasuk naik, ia mampu mendribel melewati bek lawan dengan kecepatan dan akurasi. Blokhin kerap memplotnya di sisi kiri, sehingga membuatnya bisa memaksimalkan kemampuan driblingnya dan menambah akselerasi serta peluang tim dalam membuat gol.Kekurangan Konoplyanka adalah dalam hal konsistensi. Ia terkadang kurang tenang dalam menyelesaikan peluang, tapi di usia yang masih muda kemampuannya masih bisa berkembang. Namun ia menunjukkan punya skill dan kepercayaan diri yang mengagumkan, hal itu setidaknya terlihat saat membuat gol ke gawang Jerman dalam gim  persahabatan di bulan ini. Ia berlari dari lapangan tengah dan melewati beberapa pemain, termasuk kiper lawan dan berhasil membuat gol, ini sebuah indikasi dari bakat besar yang dimilikinya.
tuan rumah menaruh harapan besar pada jagoannya yang sudah uzur :p

April 2007, Ukraina dan Polandia diumumkan sebagai tuan rumah bersama Euro 2012. Penunjukan itu membuat kedua tim otomatis lolos ke turnamen empat tahunan di musim panas itu. Sejak gagal lolos dari babak kualifikasi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Ukraina harus menyiapkan diri dengan menggelar sejumlah gim persahabatan.

Persiapan tim sempat terganggu dengan pengunduran diri pelatih Myron Markevych pada akhir tahun lalu. Dia memutuskan untuk mundur dengan alasan moral, karena menurutnya klub yang juga dilatihnya, Metalist Kharkiv sering diperlakukan dengan tidak adil oleh federasi sepakbola Ukraina (FFU). Yuriy Kalitvintsev sempat ditunjuk sebagai pelatih sementara dan menangani tim dalam delapan gim, sampai kemudian figur legendaris Oleg Blokhin kembali ditunjuk sebagai pelatih untuk membesut Ukraina sejak April 2011.

Rekor Ukraina di kejuaraan Eropa termasuk buruk karena mereka belum pernah lolos dari babak kualifikasi. Ini tentu bisa dimaklumi karena sejarah sepakbola mereka baru dimulai sejak perpecahan negara Uni Soviet, dan baru memgikuti babak kualifikasi Piala Eropa 1996. Saat itu mereka hanya berada di peringkat keempat di dalam grup yang meloloskan Italia dan Kroasia.

Empat tahun kemudian di Euro 2000, mereka kalah secara menyakitkan di babak play-off dari Slovenia dengan skor 3-2 dari dua pertandingan. Momen yang paling dikenang dalam gim itu adalah gol tendangan jarak jauh pemain Slovenia Milenko Acimovic.

Di babak kualifikasi 2004 mereka lagi-lagi gagal dan finis di peringkat ketiga di bawah Spanyol dan Yunani yang akhirnya menjadi juara. Empat tahun berikutnya meeka kembali tampil mengecewakan dan hanya menempati urutan keempat di bawah Italia, Prancis dan Skotlandia di babak kualifikasi Grup B. Ukraina terpaut sembilan poin dari tim yang lolos kualifikasi. Di tahun 2012 mereka akhirnya akan merasakan persaingan di Piala Eropa setelah ditunjuk menjadi tuan rumah bersama Polandia.

Ini merupakan kali kedua Oleg Blokhin menangani tim nasional Ukraina. Sebelumnya ia membawa negaranya untuk pertama kalinya lolos dan berlaga di Piala Dunia 2006. Mereka juga tampil cukup bagus, maju sampai ke perempat-final sebelum dihentikan Italia yang akhirnya menjadi juara. Prestasinya di tingkat klub memang jauh dari mengesankan, tapi dengan pengalaman di tahun 2006 tentunya hanya sedikit yang menentang penunjukannya kembali.

Sebagai seorang pemain, Blokhin termasuk penyerang atletis dengan karir gemilang. Ia merupakan figur utama tim Dynamo Kiev yang tampil mengesankan di era 1970-an dan 1980-an. Sayangnya, meskipun 112 kali memperkuat Uni Sovyet selama 16 tahun, ia tak pernah tampil di Piala Eropa meskipun pernah dua kali berlaga di Piala Dunia (1982 dan 1986).

Selama menangani Ukraina menghadapi Euro 2012, ban kapten bergantian dikenakan Andriy Shevchenko dan Anatoliy Tymoshchuk. Blokhin suka bereksperimen dengan memakai formasi 4-4-2 atau 4-2-3-1. Kalau bisa memastikan posisinya sebagai pemain utama, Shevchenko kemungkinan besar akan menjadi kapten tim.

Mantan pemain AC Milan yang kini kembali memperkuat Dynamo Kiev ini rasanya tidak perlu diperkenalkan lagi. Ia pernah terpilih sebagai Pemain Terbaik Eropa di tahun 2004 dan sempat membawa Dynamo melaju ke semi-final Liga Champions 1999 sebelum hijrah ke Milan dan menjalani tujuh tahun yang gemilang dan sangat produktif. Pengaruhnya di dalam tim sudah tidak sekuat dulu lagi, tapi dia tetap sosok yang besar dan penting. Kalau mencetak empat gol lagi, dia akan menggenapi rekor 50 gol untuk negaranya.

Dinobatkan sebagai pesepakbola terbaik Ukraina sepanjang masa tahun lalu, barangkali Anatoliy Tymoschuk bukan tipe pemain yang dengan cepat dipuja penggemar sepakbola, tapi dia pemain yang mengedepankan efektivitas permainan.

Bermain sebagai gelandang bertahan, Tymoschuk memulai debut timnas 12 tahun lalu. Hingga kini pemain Bayern Munich ini merupakan pemegang rekor penampilan sepanjang masa di timnas Ukraina dengan torehan mendekati 120 caps sebelum Euro 2012.

Tymoschuk juga bisa bermain sebagai bek tengah, seperti yang dilakukannya bersama Bayern. Permainan yang tidak kenal lelah, meski sudah berusia 33 tahun, menjadikannya aset terbesar pelatih Blokhin saat tampil di depan publik sendiri saat turnamen berlangsung.

Ia mungkin belum banyak memberi pengaruh bagi tim Ukraina, tapi penyerang berusia 22 tahun ini mampu menawarkan banyak hal dan memberikan dimensi tambahan. Penguasaan bolanya termasuk naik, ia mampu mendribel melewati bek lawan dengan kecepatan dan akurasi. Blokhin kerap memplotnya di sisi kiri, sehingga membuatnya bisa memaksimalkan kemampuan driblingnya dan menambah akselerasi serta peluang tim dalam membuat gol.

Kekurangan Konoplyanka adalah dalam hal konsistensi. Ia terkadang kurang tenang dalam menyelesaikan peluang, tapi di usia yang masih muda kemampuannya masih bisa berkembang. Namun ia menunjukkan punya skill dan kepercayaan diri yang mengagumkan, hal itu setidaknya terlihat saat membuat gol ke gawang Jerman dalam gim  persahabatan di bulan ini. Ia berlari dari lapangan tengah dan melewati beberapa pemain, termasuk kiper lawan dan berhasil membuat gol, ini sebuah indikasi dari bakat besar yang dimilikinya.

tuan rumah menaruh harapan besar pada jagoannya yang sudah uzur :p

Jika bukan karena gemilangnya penampilan Yunani, Kroasia akan mendapatkan banyak pujian di Grup F. Kroasia menunjukkan konsistensi dan permainan yang menjanjikan sepanjang fase kualifikasi. Hal tersebut dapat menunjukkan skuad muda mereka mampu berkembang lebih jauh lagi di Polandia dan Ukraina.Tidak kemasukan di tiga pertandingan pada empat pertandingan awal kualifikasi, termasuk dua kemenangan meyakinkan dengan skor 3-0, membuat mereka mengawali kualifikasi dengan gemilang, sebelum akhirnya mereka menyerah dari Georgia. Tetapi, Kroasia langsung bangkit dengan memenangkan tiga pertandingan berikutnya. Bagaimanapun juga, melihat Kroasia kesulitan menghadapi Yunani baik kandang maupun tandang, menyiratkan bahwa Kroasia masih belum terlalu teruji menghadapi tim yang mapan. Jadi, masih patut ditunggu apakah mereka mampu bersaing di Euro 2012 nanti.
Sejak menggantikan posisi Zlatko Kranjcar pada 2006, mantan bek West Ham dan Everton tersebut telah menunjukkan bahwa dia pantas berada menjabat posisi tersebut. Dia, dengan lambat tapi pasti, mengubah gaya permainan Kroasia. Dengan lebih memanfaatkan tenaga-tenaga muda sejak pertama kali menjabat dan gaya pendekatannya yang segar membuatnya langsung disukai oleh fans.Meski performa Kroasia cukup buruk pada beberapa pertandingan dan juga kegagalan mereka mencapai Piala Dunia dua tahun lalu, dia sukses membawa Kroasia cukup berprestasi di Euro 2008, ketika mereka gagal masuk ke semi-final karena kalah adu penalti menghadapi Turki.Sekarang dirinya memiliki kesempatan emas menebusnya, dimulai dengan performa positif di kualifikasi Euro 2012, dimana membuatnya menjadi pelatih pertama sejak Miroslav Blazevic (1996 dan 1998) yang membawa Kroasia masuk ke Euro dan Piala Dunia.
Pemain berusia 29 tahun tersebut telah menjadi kapten Kroasia sejak Euro 2008, menyusul pensiunnay Niko Kovac, dan dia kemudian menjadi salah satu pemain Kroasia paling penting, dengan pengalamannya yang mampu membimbing pemain-pemain muda di skuad.Meskipun dia berposisi sebagai gelandang sayap kanan di Shakhtar Donetsk, dia berhasil menjalankan tugasnya dengan baik sebagai bek sayap kanan di timnas, dan kemudian beberapa kali menjalankan tugas yang sama di klubnya, dan membuat Vedran Corlukan bergeser menjadi bek kiri.Pemain yang serba bisa, Srna mampu bertahan dengan baik, dimana kualitas kinerja dan kepemimpinannya bersinar di lini pertahanan, tetapi insting menyerangnya terus mendapat pujian. Kemampuannya untuk mengirim umpan silang adalah alat yang efektif bagi Kroasia, beberapa gol tercipta berkat umpan dari kaki kanannya, yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di dunia
Modric adalah pesepakbola yang dikaruniai bakat luar biasa, pemain Tottenham tersebut memiliki apa yang dibutuhkan untuk bersinar pada ajang Euro 2012 dan membawa timnya ke dalam kesuksesan. Pengaruh dan talenta mengatur permainan Modric sangat krusial untuk Kroasia, jika dalam kondisi terbaik, dia akan membuat seluruh timnya tangguh.Jangkauan umpan, visi, ketenangan, penguasaan taktik sangat istimewa, dan dia akan menjadi pemain yang akan paling sering membantu pemain-pemain seperti Niko Kranjcar, Ivan Rakitic dan Ivica Olic agar dapat mencetak gol.Seperti kecerdasannya dalam menyerang, Modric juga memiliki kecerdasan dalam bertahan. Dia selalu bergerak, membantu pertahanan hingga turun cukup jauh, mengganggu permainan lawan dan mengatur serangan balik. Hal tersebut adalah kemampuan lainnya yang membuktikan bahwa dia sangat penting bagi skuad asuhan Slaven Bilic
Performa Perisic di awal musim ini memang naik turun, dia gagal menembus skuad reguler dan sering menjadi pemain pengganti di klub barunya, Borussia Dortmund. Dia juga masih belum dapat mencetak gol untuk timnas senior dalam enam penampilannya. Bagaimanapun juga, gol indah yang dicetaknya saat menghadapi Arsenal di Liga Champions, membuat Perisic semakin percaya diri dan mampu mengeluarkan performa terbaiknya dalam beberapa pekan terakhir.Pemain berusia 23 tahun tersebut adalah striker yang juga dapat beroperasi di belakang striker utama, tetapi dengan adanya pemain seperti Niko Kranjcar dan Ivan Rakitic, diperkirakan membuatnya hanya menjadi pemain cadangan. Tetapi hal tersebut dapat berubah apabila dia menunjukkan performa positif di klubnya.Meskipun menjadi pemain cadangan, Perisic masih dapat membuktikan bahwa dia opsi yang sempurna untuk Kroasia, karena negaranya tersebut kekurangan striker yang mumpuni dalam tinggi badan, kemampuan menembak dan juga pergerakan tanpa bola.

Jika bukan karena gemilangnya penampilan Yunani, Kroasia akan mendapatkan banyak pujian di Grup F. Kroasia menunjukkan konsistensi dan permainan yang menjanjikan sepanjang fase kualifikasi. Hal tersebut dapat menunjukkan skuad muda mereka mampu berkembang lebih jauh lagi di Polandia dan Ukraina.

Tidak kemasukan di tiga pertandingan pada empat pertandingan awal kualifikasi, termasuk dua kemenangan meyakinkan dengan skor 3-0, membuat mereka mengawali kualifikasi dengan gemilang, sebelum akhirnya mereka menyerah dari Georgia. Tetapi, Kroasia langsung bangkit dengan memenangkan tiga pertandingan berikutnya.

Bagaimanapun juga, melihat Kroasia kesulitan menghadapi Yunani baik kandang maupun tandang, menyiratkan bahwa Kroasia masih belum terlalu teruji menghadapi tim yang mapan. Jadi, masih patut ditunggu apakah mereka mampu bersaing di Euro 2012 nanti.

Sejak menggantikan posisi Zlatko Kranjcar pada 2006, mantan bek West Ham dan Everton tersebut telah menunjukkan bahwa dia pantas berada menjabat posisi tersebut. Dia, dengan lambat tapi pasti, mengubah gaya permainan Kroasia. Dengan lebih memanfaatkan tenaga-tenaga muda sejak pertama kali menjabat dan gaya pendekatannya yang segar membuatnya langsung disukai oleh fans.

Meski performa Kroasia cukup buruk pada beberapa pertandingan dan juga kegagalan mereka mencapai Piala Dunia dua tahun lalu, dia sukses membawa Kroasia cukup berprestasi di Euro 2008, ketika mereka gagal masuk ke semi-final karena kalah adu penalti menghadapi Turki.

Sekarang dirinya memiliki kesempatan emas menebusnya, dimulai dengan performa positif di kualifikasi Euro 2012, dimana membuatnya menjadi pelatih pertama sejak Miroslav Blazevic (1996 dan 1998) yang membawa Kroasia masuk ke Euro dan Piala Dunia.

Pemain berusia 29 tahun tersebut telah menjadi kapten Kroasia sejak Euro 2008, menyusul pensiunnay Niko Kovac, dan dia kemudian menjadi salah satu pemain Kroasia paling penting, dengan pengalamannya yang mampu membimbing pemain-pemain muda di skuad.

Meskipun dia berposisi sebagai gelandang sayap kanan di Shakhtar Donetsk, dia berhasil menjalankan tugasnya dengan baik sebagai bek sayap kanan di timnas, dan kemudian beberapa kali menjalankan tugas yang sama di klubnya, dan membuat Vedran Corlukan bergeser menjadi bek kiri.

Pemain yang serba bisa, Srna mampu bertahan dengan baik, dimana kualitas kinerja dan kepemimpinannya bersinar di lini pertahanan, tetapi insting menyerangnya terus mendapat pujian. Kemampuannya untuk mengirim umpan silang adalah alat yang efektif bagi Kroasia, beberapa gol tercipta berkat umpan dari kaki kanannya, yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di dunia

Modric adalah pesepakbola yang dikaruniai bakat luar biasa, pemain Tottenham tersebut memiliki apa yang dibutuhkan untuk bersinar pada ajang Euro 2012 dan membawa timnya ke dalam kesuksesan. Pengaruh dan talenta mengatur permainan Modric sangat krusial untuk Kroasia, jika dalam kondisi terbaik, dia akan membuat seluruh timnya tangguh.

Jangkauan umpan, visi, ketenangan, penguasaan taktik sangat istimewa, dan dia akan menjadi pemain yang akan paling sering membantu pemain-pemain seperti Niko Kranjcar, Ivan Rakitic dan Ivica Olic agar dapat mencetak gol.

Seperti kecerdasannya dalam menyerang, Modric juga memiliki kecerdasan dalam bertahan. Dia selalu bergerak, membantu pertahanan hingga turun cukup jauh, mengganggu permainan lawan dan mengatur serangan balik. Hal tersebut adalah kemampuan lainnya yang membuktikan bahwa dia sangat penting bagi skuad asuhan Slaven Bilic

Performa Perisic di awal musim ini memang naik turun, dia gagal menembus skuad reguler dan sering menjadi pemain pengganti di klub barunya, Borussia Dortmund. Dia juga masih belum dapat mencetak gol untuk timnas senior dalam enam penampilannya. Bagaimanapun juga, gol indah yang dicetaknya saat menghadapi Arsenal di Liga Champions, membuat Perisic semakin percaya diri dan mampu mengeluarkan performa terbaiknya dalam beberapa pekan terakhir.

Pemain berusia 23 tahun tersebut adalah striker yang juga dapat beroperasi di belakang striker utama, tetapi dengan adanya pemain seperti Niko Kranjcar dan Ivan Rakitic, diperkirakan membuatnya hanya menjadi pemain cadangan. Tetapi hal tersebut dapat berubah apabila dia menunjukkan performa positif di klubnya.

Meskipun menjadi pemain cadangan, Perisic masih dapat membuktikan bahwa dia opsi yang sempurna untuk Kroasia, karena negaranya tersebut kekurangan striker yang mumpuni dalam tinggi badan, kemampuan menembak dan juga pergerakan tanpa bola.

Irlandia hanya sekali menelan kekalahan hingga ke babak play-off. Di babak penentuan ini, mereka mampu membungkam tuan rumah Estonia, meski sebelumnya bermain imbang di kandang sendiri.Di kualifikasi, Irlandia harus mengakui kekalahan di kandang sendiri di tangan Rusia, yang memang levelnya lebih di atas. Sebelum kalah dari Rusia, Irlandia mengawali dua pertandingan kualifikasi dengan torehan enam poin, yakni menang impresif atas Aremania dan Andorra.Dua kemenangan atas Makedonia dan masing-masing satu kemenangan atas Andorra dan Armenia memberikan Irlandia enam poin dari sepuluh pertandingan.Satu-satunya kesalahan yang diperbuat Irlandia di kualifikasi ini adalah kekalahan dari Rusia, tim yang rangkingnya di FIFA lebih tinggi dari mereka.Irlandia mengalami dua kali hasil seri saat lawan Slowakia. Beruntung, mereka bisa membawa satu poin dari kandang Rusia di Moskwa
Irlandia baru mencatatkan diri bisa lolos ke babak grup pada 1988, yakni saat Jack Charlton membawa timnya bisa tampil di putaran final di Jerman Barat.Mereka mampu mengalahkan Inggris, bermain imbang dengan Uni Soviet, dan kalah dari Belanda. Irlandia sempat menjadi peserta penting di putaran grup.Mereka harus menjalani play-off dengan menghadapi Belanda pada 1996 dan Turki pada 2000.Irlandia juga gagal di dua kualifikasi sesudahnya. Namun, berkat penampilan apik, mereka akhirnya bisa melaju ke putaran final pada 2012.
Pelatih asal Italia yang sudah meraih banyak gelar itu harus menghadapi berbagai kritik yang kerap dilontarkan publik Irlandia.Ada sebuah penyesalan besar yang dialami pria berusia 73 tahun itu terkait metode taktis dan pemilihan skuad.Namun, ada sebuah fakta yang terbantahkan, Trapattoni telah meloloskan Irlandia ke turnamen besar untuk pertama kalinya dalam satu dekade ini. Apalagi, dua tahun lalu, mereka harus gagal di play-off Piala Dunia 2010 akibat handball Theirry Henry yang membantu Prancis meraih kemenangan.Trap tampaknya kurang mendapatkan pujian dari penikmat sepakbola karena gaya permainannya yang lebih suka menerapkan pola bertahan, gelandang yang agresif, dan kecepatan pemain dari sisi sayap.Irlandia sebenarnya adalah tim yang reaktif ketimbang proaktif. Namun, buktinya mereka lolos ke kompetisi besar sehingga Trapattoni bisa membungkam berbagai kritik terhadap dirinya.
Pemain Irlandia bernomor punggung 10 itu bisa menyumbangkan banyak gol untuk negaranya, di saat pemain-pemain lain tak mampu melakukan. Keane bisa masuk ke jajaran pemain penting di level internasional, meski karir klubnya justru berkebalikan.Keane pernah menjalani karir yang mengecewakan di Inter dan Liverpool. Ia sempat digambarkan sebagai pemain dikotomis, antara Keane untuk negera dan Keane untuk klub. Namun, hanya ada dua pemain masih aktif yang bisa melampaui catatan gol internasional Keane, yakni Stern John dan Miroslav Klose, dan hanya Hakan Suker dan Jon-Dahl Tomasson yang mencetak gol lebih banyak dari dirinya di kualifikasi Kejuaraan Eropa.Keane merupakan tipe pemain yang tetap hidup meski masih harus berhadap-hadapan dengan bek terakhir. Ia bisa menunggu di kotak penalti untuk melakukan reaksi awal dan kemudian mencetak gol, lawan klub dari berbagai level.Striker berusia 31 tahun itu tidak akan memiliki banyak kesempatan di turnamen internasional, namun Irlandia pastinya akan selalu merindukan dirinya saat ia sudah pensiun.
Irlandia memiliki pemain-pemain hebat seperti Liam Brady, Paul McGrath atau Roy Keane yang ikut ambil bagian di pertandingan-pertandingan sulit.Tim asuhan Trapattoni itu dikenal cekatan sehingga lawan-lawan yang sulit harus mengeluarkan kekuatan kolektif ketimbang individu untuk meladeni perlawanan mereka.Untuk menghadapi lawan-lawan yang sulit, Irlandia biasanya menaruh harapan tinggi pada Shay Given untuk memberikan jaminan pertahanan yang kuat.Kiper berusia 36 tahun itu hanya kebobolan dua kali dalam tujuh pertandingan internasional yang kompetitif. Reputasi Irlandia sebagai tim bertahan bisa dilihat pada ketergantungan yang tinggi terhadap Given.Kiper Aston Villa itu merupakan penjaga gawang berkelas dunia. Kelemahan utama dirinya adalah dalam perebutan bola-bola atas. Namun, kiper veteran yang sudah menorehkan lebih dari 120 caps itu adalah salah satu pemain terbaik di generasinya.
Pernah tampil untuk Irlandia Utara di level U-21, James McClean kini menjadi pemain masa depan Irlandia menjelang Euro 2012 meski tak pernah tampil sepanjang babak kualifikasi.Pemain 23 tahun ini tampil cemerlang untuk Sunderland selama musim 2011/12 dengan mencetak lima gol dalam 23 laga Liga Primer Inggris. Penampilan itu cukup memberi pelatih Giovanni Trapattoni keyakinan, sehingga memberinya kesempatan debut sebagai pemain pengganti Aiden McGeady, Februari lalu.Trapattoni kemudian memastikan nama McClean dalam skuat Euro 2012, Mei lalu, sebelum memberinya kesempatan tampil sebagai pemain inti ketika menang 1-0 dalam uji coba melawan Bosnia-Herzegovina.Sekarang, McClean berpeluang mengukir nama di Polandia dan Ukraina, setelah dengan cepat menembus jajaran inti Laskar Hijau.
Irlandia hanya menjadi tim penggembira jika tidak bisa mengenal permainan lawan

Irlandia hanya sekali menelan kekalahan hingga ke babak play-off. Di babak penentuan ini, mereka mampu membungkam tuan rumah Estonia, meski sebelumnya bermain imbang di kandang sendiri.

Di kualifikasi, Irlandia harus mengakui kekalahan di kandang sendiri di tangan Rusia, yang memang levelnya lebih di atas.

Sebelum kalah dari Rusia, Irlandia mengawali dua pertandingan kualifikasi dengan torehan enam poin, yakni menang impresif atas Aremania dan Andorra.

Dua kemenangan atas Makedonia dan masing-masing satu kemenangan atas Andorra dan Armenia memberikan Irlandia enam poin dari sepuluh pertandingan.

Satu-satunya kesalahan yang diperbuat Irlandia di kualifikasi ini adalah kekalahan dari Rusia, tim yang rangkingnya di FIFA lebih tinggi dari mereka.

Irlandia mengalami dua kali hasil seri saat lawan Slowakia. Beruntung, mereka bisa membawa satu poin dari kandang Rusia di Moskwa

Irlandia baru mencatatkan diri bisa lolos ke babak grup pada 1988, yakni saat Jack Charlton membawa timnya bisa tampil di putaran final di Jerman Barat.

Mereka mampu mengalahkan Inggris, bermain imbang dengan Uni Soviet, dan kalah dari Belanda. Irlandia sempat menjadi peserta penting di putaran grup.

Mereka harus menjalani play-off dengan menghadapi Belanda pada 1996 dan Turki pada 2000.

Irlandia juga gagal di dua kualifikasi sesudahnya. Namun, berkat penampilan apik, mereka akhirnya bisa melaju ke putaran final pada 2012.

Pelatih asal Italia yang sudah meraih banyak gelar itu harus menghadapi berbagai kritik yang kerap dilontarkan publik Irlandia.

Ada sebuah penyesalan besar yang dialami pria berusia 73 tahun itu terkait metode taktis dan pemilihan skuad.

Namun, ada sebuah fakta yang terbantahkan, Trapattoni telah meloloskan Irlandia ke turnamen besar untuk pertama kalinya dalam satu dekade ini. Apalagi, dua tahun lalu, mereka harus gagal di play-off Piala Dunia 2010 akibat handball Theirry Henry yang membantu Prancis meraih kemenangan.

Trap tampaknya kurang mendapatkan pujian dari penikmat sepakbola karena gaya permainannya yang lebih suka menerapkan pola bertahan, gelandang yang agresif, dan kecepatan pemain dari sisi sayap.

Irlandia sebenarnya adalah tim yang reaktif ketimbang proaktif. Namun, buktinya mereka lolos ke kompetisi besar sehingga Trapattoni bisa membungkam berbagai kritik terhadap dirinya.

Pemain Irlandia bernomor punggung 10 itu bisa menyumbangkan banyak gol untuk negaranya, di saat pemain-pemain lain tak mampu melakukan. Keane bisa masuk ke jajaran pemain penting di level internasional, meski karir klubnya justru berkebalikan.

Keane pernah menjalani karir yang mengecewakan di Inter dan Liverpool. Ia sempat digambarkan sebagai pemain dikotomis, antara Keane untuk negera dan Keane untuk klub. Namun, hanya ada dua pemain masih aktif yang bisa melampaui catatan gol internasional Keane, yakni Stern John dan Miroslav Klose, dan hanya Hakan Suker dan Jon-Dahl Tomasson yang mencetak gol lebih banyak dari dirinya di kualifikasi Kejuaraan Eropa.

Keane merupakan tipe pemain yang tetap hidup meski masih harus berhadap-hadapan dengan bek terakhir. Ia bisa menunggu di kotak penalti untuk melakukan reaksi awal dan kemudian mencetak gol, lawan klub dari berbagai level.

Striker berusia 31 tahun itu tidak akan memiliki banyak kesempatan di turnamen internasional, namun Irlandia pastinya akan selalu merindukan dirinya saat ia sudah pensiun.

Irlandia memiliki pemain-pemain hebat seperti Liam Brady, Paul McGrath atau Roy Keane yang ikut ambil bagian di pertandingan-pertandingan sulit.

Tim asuhan Trapattoni itu dikenal cekatan sehingga lawan-lawan yang sulit harus mengeluarkan kekuatan kolektif ketimbang individu untuk meladeni perlawanan mereka.

Untuk menghadapi lawan-lawan yang sulit, Irlandia biasanya menaruh harapan tinggi pada Shay Given untuk memberikan jaminan pertahanan yang kuat.

Kiper berusia 36 tahun itu hanya kebobolan dua kali dalam tujuh pertandingan internasional yang kompetitif. Reputasi Irlandia sebagai tim bertahan bisa dilihat pada ketergantungan yang tinggi terhadap Given.

Kiper Aston Villa itu merupakan penjaga gawang berkelas dunia. Kelemahan utama dirinya adalah dalam perebutan bola-bola atas. Namun, kiper veteran yang sudah menorehkan lebih dari 120 caps itu adalah salah satu pemain terbaik di generasinya.

Pernah tampil untuk Irlandia Utara di level U-21, James McClean kini menjadi pemain masa depan Irlandia menjelang Euro 2012 meski tak pernah tampil sepanjang babak kualifikasi.

Pemain 23 tahun ini tampil cemerlang untuk Sunderland selama musim 2011/12 dengan mencetak lima gol dalam 23 laga Liga Primer Inggris. Penampilan itu cukup memberi pelatih Giovanni Trapattoni keyakinan, sehingga memberinya kesempatan debut sebagai pemain pengganti Aiden McGeady, Februari lalu.

Trapattoni kemudian memastikan nama McClean dalam skuat Euro 2012, Mei lalu, sebelum memberinya kesempatan tampil sebagai pemain inti ketika menang 1-0 dalam uji coba melawan Bosnia-Herzegovina.

Sekarang, McClean berpeluang mengukir nama di Polandia dan Ukraina, setelah dengan cepat menembus jajaran inti Laskar Hijau.

Irlandia hanya menjadi tim penggembira jika tidak bisa mengenal permainan lawan

Italia lolos dari kualifikasi Grup C dengan pencapaian nyaris sempurna; tak terkalahkan dan memperoleh tiketnya ketika laga masih tersisa dua.Serbia yang diperkirakan menimbulkan masalah di lapangan, ternyata merepotkan  Azzurri di luar lapangan ketika fans mereka membuat onar di Genoa. Serbia akhirnya harus menerima hukuman ‘dikalahkan’ tiga gol tanpa balas.Laga penting bagi Italia sepanjang kualifikasi adalah ketika mengalahkan Estonia di Tallinn. Ini adalah laga perdana Cesare Prandelli sebagai pelatih Azzurri. Italia tertinggal lebih dulu, dan mengejar lewat gol Antonio Cassano dan Leonardo Bonucci.Italia tidak mengalami kemunduran. Mereka memenangkan enam dari tujuh laga, dan hanya sekali kehilangan angka ketika ditahan Irlandia Utara di Belfast — sebelum meraih tempatnya di Euro 2012 dengan kemenangan kandang 1-0 atas Slovenia. Giampaolo Pazzini menjadi pahlawan dalam laga itu.
Dalam lima Kejuaraan Eropa pertama, Italia hanya sekali tampil di final. Itu pun saat menjadi tuan rumah di tahun 1968.Sebagai tuan rumah, Italia sedikit diuntungkan. Azzurri lolos ke final dengan mengalahkan Uni Soviet lewat undian koin (coin toss), setelah kedua tim bermain 120 menit tanpa gol. Di final, Italia harus menghadapi Yugoslavia dua kali. Laga pertama berakhir 1-1. Angelo Domenghini mencetak gol yang menyamakan kedudukan.Di laga kedua, Italia lebih beruntung. Luigi Riva dan Pietro Anastasi mencetak dua gol di babak pertama. Yugoslavia tak bisa mengejar.Rekor buruk Italia di Kejuaraan Eropa seharusnya berakhir tahun 2000, ketika mereka masuk final lagi. Namun David Trezeguet menggagalkannya lewat golden goal.
Cesare Prandelli tahu ketika menerima kesempatan menggantikan Marcello Lippi sebagai pelatih Italia setelah Piala Dunia 2010, dirinya menghadapi tugas maha berat. Sepakbola Italia saat itu terpuruk ke posisi terendah akibat terlempar dari babak pertama Piala Dunia 2010 Afsel.Setelah kekalahan atas Pantai Gading pada laga pertamanya, Prandelli mulai melakukan peremajaan. Ia memasukan sejumlah pemain muda, seraya berusaha bijak dengan mempertahankan sejumlah pahlawan Piala Dunia 2006 Jerman.Prandelli memiliki pemain favorit, tapi menjadikan form sebagai faktor penentu dalam seleksi. Ia memutuskan memanggil kembali Cassano, yang terbukti menjadi kunci restorasi kepercayaan diri pemain dan fans.
Gianluigi Buffon memiliki segalanya untuk menjadi kapten; berani, kuat, bisa diandalkan, dan pemberi inspirasi. Ketika Italia membutuhkannya, penjaga gawang veteran itu selalu siap mengemban tugas.Di Piala Dunia 2006 dia melakukan penyelamatan luar biasa untuk menahan tandukan Zinedine Zidane, sebelum bintang Prancis itu diusir keluar. Dua tahun kemudian, di Euro 2008, Buffon menahan tembakan penalti Adrian Mutu. Ia meloloskan Italia ke babak sistem gugur.Buffon adalah pilihan pertama pengganti Fabio Cannavaro, sebagai kapten Italia setelah Piala Dunia 2010.Sempat muncul kekhawatiran cedera yang kerap mendera Buffon menjadi masalah bagi Italia. Namun, kekhawatiran itu sirna setelah Buffon tampil sembilan kali bersama Juvetnus di Serie A Italia
Max Allegri membuat beberapa kesalahan sejak mengambil alih kursi pelatih AC Milan, tapi membiarkan Andrea Pirlo meninggalkan San Siro dengan status free transfer pada akhir musim mulai terlihat seperti transfer paling janggal dalam sejarah.Pirlo menemukan kembali performa terbaiknya di Juventus, dan menjadi komponen kunci proyek peremajaan Bianconeri di bawah pelatih Antonio Conte.Posisi Pirlo di lini tengah Italia berada dalam bahaya, setelah bencana Piala Dunia 2010. Namun, setelah sukses di kualifikasi Euro 2012, playmaker berusia 34 tahun itu menjadi salah satu nama di tim inti Prandelli.Prandelli mengatakan, “Tidak ada pemain yang mampu menciptakan ruang dan waktu seperti Pirlo.”
Mario Balotelli mungkin pemain paling kontroversial saat ini. Akibatnya, orang menjadi mudah lupa akan bakat luar biasanya.Sekonyong-konyong, Balotelli menjadi sangat penting bagi Italia, menyusul bencana cedera yang dialami Giuseppe Rossi dan Antonio Cassano.Bertubuh kekar, Balotelli adalah striker eksplosif, cerdik, dan penuh siasat, seperti yang diperlihatkan dalam derby melawan Manchester United di Old Trafford.Ia masi berusia 21 tahun, dan diyakini akan menjadi pemain besar di masa depan. Euro 2012 mungkin menjadi turnamen awal yang membenarkan banyak pendapat tentangnya
faktor gigi buffon menjadi italy sebagai salah satu favorit juara euro

Italia lolos dari kualifikasi Grup C dengan pencapaian nyaris sempurna; tak terkalahkan dan memperoleh tiketnya ketika laga masih tersisa dua.

Serbia yang diperkirakan menimbulkan masalah di lapangan, ternyata merepotkan Azzurri di luar lapangan ketika fans mereka membuat onar di Genoa. Serbia akhirnya harus menerima hukuman ‘dikalahkan’ tiga gol tanpa balas.

Laga penting bagi Italia sepanjang kualifikasi adalah ketika mengalahkan Estonia di Tallinn. Ini adalah laga perdana Cesare Prandelli sebagai pelatih Azzurri. Italia tertinggal lebih dulu, dan mengejar lewat gol Antonio Cassano dan Leonardo Bonucci.

Italia tidak mengalami kemunduran. Mereka memenangkan enam dari tujuh laga, dan hanya sekali kehilangan angka ketika ditahan Irlandia Utara di Belfast — sebelum meraih tempatnya di Euro 2012 dengan kemenangan kandang 1-0 atas Slovenia. Giampaolo Pazzini menjadi pahlawan dalam laga itu.

Dalam lima Kejuaraan Eropa pertama, Italia hanya sekali tampil di final. Itu pun saat menjadi tuan rumah di tahun 1968.

Sebagai tuan rumah, Italia sedikit diuntungkan. Azzurri lolos ke final dengan mengalahkan Uni Soviet lewat undian koin (coin toss), setelah kedua tim bermain 120 menit tanpa gol. Di final, Italia harus menghadapi Yugoslavia dua kali. Laga pertama berakhir 1-1. Angelo Domenghini mencetak gol yang menyamakan kedudukan.

Di laga kedua, Italia lebih beruntung. Luigi Riva dan Pietro Anastasi mencetak dua gol di babak pertama. Yugoslavia tak bisa mengejar.

Rekor buruk Italia di Kejuaraan Eropa seharusnya berakhir tahun 2000, ketika mereka masuk final lagi. Namun David Trezeguet menggagalkannya lewat golden goal.

Cesare Prandelli tahu ketika menerima kesempatan menggantikan Marcello Lippi sebagai pelatih Italia setelah Piala Dunia 2010, dirinya menghadapi tugas maha berat. Sepakbola Italia saat itu terpuruk ke posisi terendah akibat terlempar dari babak pertama Piala Dunia 2010 Afsel.

Setelah kekalahan atas Pantai Gading pada laga pertamanya, Prandelli mulai melakukan peremajaan. Ia memasukan sejumlah pemain muda, seraya berusaha bijak dengan mempertahankan sejumlah pahlawan Piala Dunia 2006 Jerman.

Prandelli memiliki pemain favorit, tapi menjadikan form sebagai faktor penentu dalam seleksi. Ia memutuskan memanggil kembali Cassano, yang terbukti menjadi kunci restorasi kepercayaan diri pemain dan fans.

Gianluigi Buffon memiliki segalanya untuk menjadi kapten; berani, kuat, bisa diandalkan, dan pemberi inspirasi. Ketika Italia membutuhkannya, penjaga gawang veteran itu selalu siap mengemban tugas.

Di Piala Dunia 2006 dia melakukan penyelamatan luar biasa untuk menahan tandukan Zinedine Zidane, sebelum bintang Prancis itu diusir keluar. Dua tahun kemudian, di Euro 2008, Buffon menahan tembakan penalti Adrian Mutu. Ia meloloskan Italia ke babak sistem gugur.

Buffon adalah pilihan pertama pengganti Fabio Cannavaro, sebagai kapten Italia setelah Piala Dunia 2010.

Sempat muncul kekhawatiran cedera yang kerap mendera Buffon menjadi masalah bagi Italia. Namun, kekhawatiran itu sirna setelah Buffon tampil sembilan kali bersama Juvetnus di Serie A Italia

Max Allegri membuat beberapa kesalahan sejak mengambil alih kursi pelatih AC Milan, tapi membiarkan Andrea Pirlo meninggalkan San Siro dengan status free transfer pada akhir musim mulai terlihat seperti transfer paling janggal dalam sejarah.

Pirlo menemukan kembali performa terbaiknya di Juventus, dan menjadi komponen kunci proyek peremajaan Bianconeri di bawah pelatih Antonio Conte.

Posisi Pirlo di lini tengah Italia berada dalam bahaya, setelah bencana Piala Dunia 2010. Namun, setelah sukses di kualifikasi Euro 2012, playmaker berusia 34 tahun itu menjadi salah satu nama di tim inti Prandelli.

Prandelli mengatakan, “Tidak ada pemain yang mampu menciptakan ruang dan waktu seperti Pirlo.”

Mario Balotelli mungkin pemain paling kontroversial saat ini. Akibatnya, orang menjadi mudah lupa akan bakat luar biasanya.

Sekonyong-konyong, Balotelli menjadi sangat penting bagi Italia, menyusul bencana cedera yang dialami Giuseppe Rossi dan Antonio Cassano.

Bertubuh kekar, Balotelli adalah striker eksplosif, cerdik, dan penuh siasat, seperti yang diperlihatkan dalam derby melawan Manchester United di Old Trafford.

Ia masi berusia 21 tahun, dan diyakini akan menjadi pemain besar di masa depan. Euro 2012 mungkin menjadi turnamen awal yang membenarkan banyak pendapat tentangnya

faktor gigi buffon menjadi italy sebagai salah satu favorit juara euro


Spanyol melaju ke putaran final Euro 2012 dengan rekor 100 persen kemenangan. Pencapaian itu merupakan kali keempat sepanjang catatan sejarah sebuah tim lolos ke putaran final Piala Eropa dengan rekor sempurna. Lainnya, ada Prancis yang pernah melakukan pada Euro 1992 dan 2004 serta Republik Ceko saat tampil di Euro 2000.  Sepanjang penampilannya di kualifikasi, skuad La Furia Roja ini nyaris tak pernah menghadapi kendala serius hingga membuatnya terjerembab ke dalam bahaya. Tercatat, ada enam kemenangan dari delapan laga penyisihan grup dengan torehan gol lebih dari satu gol. Ancaman paling serius hanya terjadi ketika melawan Skotlandia di Hampden Park. Ketika itu Spanyol unggul 2-0. Tapi tim tuan rumah mampu menyamakan skor 2-2 sebelum akhirnya Fernando Llorente memastikan kemenangan dengan mencetak gol di sepuluh menit terakhir. Satu-satunya laga kualifikasi yang sempat membuat anak asuh Vicente del Bosque itu tertinggal ketika melawan Republik Cko di Granada. Namun Spanyol berhasil membalikkan keadaan dengan membalas dua gol. 
Sebelum 2008, Spanyol tercatat sebagai tim di dalam sepakbola internasional yang miskin prestasi. Satu-satunya gelar internasional dari Piala Eropa diraihnya di kampung halaman sendiri saat mengalahkan Uni Soviet 2-1 pada laga final 1964. Tapi semua itu berubah drastis ketika memenangkan Euro 2008 di Austria-Swiss. Spanyol akhirnya menjadi tim paling sukses di turnamen ini bersama dengan Prancis. Namun kedua tim ini masih berada di belakang Jerman yang pernah mengangkat tropi Henri Delaunay tiga kali. Kini, torehan prestasi lainnya juga sudah berada di depan mata. Tim asuhan Del Bosque ini berpeluang untuk menjadi tim ketiga — setelah Jerman dan Prancis — untuk bisa mengawinkan gelar Piala Dunia dan Piala Eropa yang tengah menanti di depan. Di Polandia dan Ukraina nanti — tempat penyelenggaraan bersama Euro 2012 — Spanyol akan berupaya untuk hadir sebagai negara pertama yang akan mempertahankan mahkota Eropa.
Del Bosque telah menjadi pelatih paling sukses di sepanjang sejarah debut bersama tim nasional. Ketika itu ia berhasil memenangkan 13 pertandingan pertamanya. Dia juga sudah membawa negaranya membukukan sebuah rekor baru, 15 kemenangan beruntun, serta bersanding dengan Brasil yang pernah mempertahankan rekor tak terkalahkan paling lama dalam 33 laga. Rekor Brasil itu pernah ditorehkan pada periode 1993-1996.  Dalam 18 laga kualifikasi yang digabungkan dari Piala Dunia 2010 dan Euro 2012, Del Bosque telah memenangkan semuanya. Sedangkan kekalahan yang dialami dari kompetisi resmi terjadi pada Piala Konfederasi 2009 melawan Amerika Serikat dan menyerah dari Swiss pada laga pembuka Piala Dunia 2010. Lantas, dari 50 laga pertamanya sebagai pelatih Spanyol, Del Bosque telah mengantungi 42 kemenangan. Lainnya, dua kali hasil imbang dan enam kekalahan. Gol yang berhasil dibukukan sebanyak 123 gol dan hanya 40 kali saja kebobolan.
Casillas telah mewarisi ban kapten Spanyol dari Raul yang hingga kini masih dipertahankannya. Dia juga menjadi kiper pertama yang pernah mengangkat tropi Piala Eropa sebagai kapten pada 2008. Dua tahun berikutnya di Afrika Selatan, dia menjadi satu dari tiga kiper yang menjadi kapten sebuah tim yang pernah memenangkan Piala Dunia.  Selain itu, kiper Real Madrid ini telah memegang kehormatan sebagai pemain dengan penampilan paling banyak buat negaranya. Ia telah melampaui penampilan terlama dari Andoni Zubizarreta sebanyak 129 kali penampilan dan masih akan terus bertambah. Lalu, Casillas juga masih berhasil melewati rekor Zubizarreta lainnya untuk menjadi kiper la Furia Roja yang mampu mempertahankan rekor paling lama tanpa kebobolan di dalam timnas Spanyol.
Gelandang Barcelona ini menjadi inspirator dari Spanyol. Visi bermainnya luar biasa yang ditunjang dengan akurasi umpan, kontrol bola, dan kemampuannya membuka celah untuk mengoyak ketatnya lini pertahanan lawan. Playmaker ini sebelumnya hanya disanjung sebagai pemain fenomenal di tingkat klub saja. Tetapi semuanya berubah ketika ia membawa negaranya juara di Euro 2008. Rekor itu kian dilengkapi dengan terpilihnya Xavi sebagai Pemain Terbaik turnamen.Sejak saat itu, namanya menjadi salah satu pemain paling konsisten di lapangan hijau. Pencapaian itu terus dipertahankannya hingga kini. Bukti sudah ia tunjukkan dengan tiga kali masuk daftar Ballon d’Or. Pada 2008, ia nangkring di urutan kelima, lalu naik dua peringkat pada 2009 dan mempertahankan posisi yang sama pada 2010.
Jordi Alba dipercaya sebagai penerus Joan Capdevila paling sepadan di timnas Spanyol. Pemain Valencia ini sudah bergelimang sukses bersama Spanyol di level yunior, seperti saat membantu timnya memenangi medali emas Mediterranean Games 2009. Selain itu, penampilan di level klub dua musim terakhir membuatnya dilirik klub raksasa La Liga, Barcelona.Debutnya dimulai tahun lalu dan Jordi berpeluang tampil sebagai pemain inti pada laga pembuka Grup C menghadapi Italia, 10 Juni mendatang. Mari nantikan dampak penampilannya di dalam tim saat turnamen mulai bergulir pekan depan.
FAVORIT JUARA EURO 2012 :)

Spanyol melaju ke putaran final Euro 2012 dengan rekor 100 persen kemenangan. Pencapaian itu merupakan kali keempat sepanjang catatan sejarah sebuah tim lolos ke putaran final Piala Eropa dengan rekor sempurna. Lainnya, ada Prancis yang pernah melakukan pada Euro 1992 dan 2004 serta Republik Ceko saat tampil di Euro 2000.  

Sepanjang penampilannya di kualifikasi, skuad La Furia Roja ini nyaris tak pernah menghadapi kendala serius hingga membuatnya terjerembab ke dalam bahaya. Tercatat, ada enam kemenangan dari delapan laga penyisihan grup dengan torehan gol lebih dari satu gol.

Ancaman paling serius hanya terjadi ketika melawan Skotlandia di Hampden Park. Ketika itu Spanyol unggul 2-0. Tapi tim tuan rumah mampu menyamakan skor 2-2 sebelum akhirnya Fernando Llorente memastikan kemenangan dengan mencetak gol di sepuluh menit terakhir.

Satu-satunya laga kualifikasi yang sempat membuat anak asuh Vicente del Bosque itu tertinggal ketika melawan Republik Cko di Granada. Namun Spanyol berhasil membalikkan keadaan dengan membalas dua gol.

Sebelum 2008, Spanyol tercatat sebagai tim di dalam sepakbola internasional yang miskin prestasi. Satu-satunya gelar internasional dari Piala Eropa diraihnya di kampung halaman sendiri saat mengalahkan Uni Soviet 2-1 pada laga final 1964.

Tapi semua itu berubah drastis ketika memenangkan Euro 2008 di Austria-Swiss. Spanyol akhirnya menjadi tim paling sukses di turnamen ini bersama dengan Prancis. Namun kedua tim ini masih berada di belakang Jerman yang pernah mengangkat tropi Henri Delaunay tiga kali.

Kini, torehan prestasi lainnya juga sudah berada di depan mata. Tim asuhan Del Bosque ini berpeluang untuk menjadi tim ketiga — setelah Jerman dan Prancis — untuk bisa mengawinkan gelar Piala Dunia dan Piala Eropa yang tengah menanti di depan. Di Polandia dan Ukraina nanti — tempat penyelenggaraan bersama Euro 2012 — Spanyol akan berupaya untuk hadir sebagai negara pertama yang akan mempertahankan mahkota Eropa.

Del Bosque telah menjadi pelatih paling sukses di sepanjang sejarah debut bersama tim nasional. Ketika itu ia berhasil memenangkan 13 pertandingan pertamanya. Dia juga sudah membawa negaranya membukukan sebuah rekor baru, 15 kemenangan beruntun, serta bersanding dengan Brasil yang pernah mempertahankan rekor tak terkalahkan paling lama dalam 33 laga. Rekor Brasil itu pernah ditorehkan pada periode 1993-1996.  

Dalam 18 laga kualifikasi yang digabungkan dari Piala Dunia 2010 dan Euro 2012, Del Bosque telah memenangkan semuanya. Sedangkan kekalahan yang dialami dari kompetisi resmi terjadi pada Piala Konfederasi 2009 melawan Amerika Serikat dan menyerah dari Swiss pada laga pembuka Piala Dunia 2010.

Lantas, dari 50 laga pertamanya sebagai pelatih Spanyol, Del Bosque telah mengantungi 42 kemenangan. Lainnya, dua kali hasil imbang dan enam kekalahan. Gol yang berhasil dibukukan sebanyak 123 gol dan hanya 40 kali saja kebobolan.

Casillas telah mewarisi ban kapten Spanyol dari Raul yang hingga kini masih dipertahankannya. Dia juga menjadi kiper pertama yang pernah mengangkat tropi Piala Eropa sebagai kapten pada 2008. Dua tahun berikutnya di Afrika Selatan, dia menjadi satu dari tiga kiper yang menjadi kapten sebuah tim yang pernah memenangkan Piala Dunia.  

Selain itu, kiper Real Madrid ini telah memegang kehormatan sebagai pemain dengan penampilan paling banyak buat negaranya. Ia telah melampaui penampilan terlama dari Andoni Zubizarreta sebanyak 129 kali penampilan dan masih akan terus bertambah. Lalu, Casillas juga masih berhasil melewati rekor Zubizarreta lainnya untuk menjadi kiper la Furia Roja yang mampu mempertahankan rekor paling lama tanpa kebobolan di dalam timnas Spanyol.

Gelandang Barcelona ini menjadi inspirator dari Spanyol. Visi bermainnya luar biasa yang ditunjang dengan akurasi umpan, kontrol bola, dan kemampuannya membuka celah untuk mengoyak ketatnya lini pertahanan lawan.

Playmaker ini sebelumnya hanya disanjung sebagai pemain fenomenal di tingkat klub saja. Tetapi semuanya berubah ketika ia membawa negaranya juara di Euro 2008. Rekor itu kian dilengkapi dengan terpilihnya Xavi sebagai Pemain Terbaik turnamen.

Sejak saat itu, namanya menjadi salah satu pemain paling konsisten di lapangan hijau. Pencapaian itu terus dipertahankannya hingga kini. Bukti sudah ia tunjukkan dengan tiga kali masuk daftar Ballon d’Or. Pada 2008, ia nangkring di urutan kelima, lalu naik dua peringkat pada 2009 dan mempertahankan posisi yang sama pada 2010.

Jordi Alba dipercaya sebagai penerus Joan Capdevila paling sepadan di timnas Spanyol. Pemain Valencia ini sudah bergelimang sukses bersama Spanyol di level yunior, seperti saat membantu timnya memenangi medali emas Mediterranean Games 2009. Selain itu, penampilan di level klub dua musim terakhir membuatnya dilirik klub raksasa La Liga, Barcelona.

Debutnya dimulai tahun lalu dan Jordi berpeluang tampil sebagai pemain inti pada laga pembuka Grup C menghadapi Italia, 10 Juni mendatang. Mari nantikan dampak penampilannya di dalam tim saat turnamen mulai bergulir pekan depan.

FAVORIT JUARA EURO 2012 :)

Portugal memulai kualifikasi dengan tidak mulus, kehilangan lima poin dari dua laga awal di bawah asuhan Agostinho Oliveira. Oliveira menggantikan Carlos Queiroz yang terkena sanksi. Paulo Bento kemudian datang, dan mengambil kursi kepelatihan. Kehadiran Bento membawa kestabilan di dalam tim.Hasilnya Seleccao meraih lima kemenangan berturut-turut. Kendati demikian, Bento menghadapi masalah internal dengan mundurnya Ricardo Carvalho. Akibatnya, Portugal menelan kekalahan dari Denmark di laga terakhir, sehingga harus menjalani laga play-off.Di babak penentuan ini, Portugal kembali bertemu Bosnia-Herzegovina. Laga tersebut menjadi ulangan play-off menuju putaran final Piala Dunia 2010. Setelah bermain imbang tanpa gol di Zenica, Portugal akhirnya mendapatkan tiket ke Polandia dan Ukraina usai menang 6-2.Portugal pertama kali mengikuti Piala Eropa pada 1960, dan lolos ke perempat-final setelah mengalahkan Jerman Timur. Portugal butuh waktu selama 24 tahun untuk kembali ke turnamen bergengsi di Eropa ini. Mereka tampil meyakinkan, dan berhasil melaju hingga ke semi-final.Selepas pertengahan 1990-an, Portugal mulai eksis sebagai peserta putaran final. Setelah menembus perempat-final dan semi-final pada 1996 dan 2000, Seleccao mengalami drama menyesakkan ketika menelan kekalahan dari Yunani di final saat menjadi tuan rumah tahun 2004.Empat tahun berselang, mereka tidak berhasil lolos ke perempat-final setelah dikalahkan Jerman 3-2, yang akhirnya menjadi runner-up turnamen.Menjadi pelatih Seleccao merupakan pengalaman kedua bagi Paulo Bento di level kepelatihan tim senior. Sebelumnya, Bento pernah menangani Sporting Lisbon dari 2005 sampai 2009. Pelatih berusia 42 tahun, yang memiliki caps 35 bersama tim nasional sebagai gelandang, ini mendapatkan debut bagus sebagai arsitek Portugal dengan kemenangan di lima laga berturut-turut.Kepribadian Bento yang kuat memunculkan konflik dirinya dengan Ricardo Carvalho dan Bosingwa. Kedua pemain itu akhirnya memutuskan gantung sepatu dari tim nasional. Situasi ini memunculkan keraguan mengenai kemampuannya menstabilkan tim. Kendati demikian, kemenangan 6-2 atas Bosnia di play-off telah menumbuhkan harapan fans, ia merupakan sosok yang tepat bagi Portugal.Ban kapten disandang bintang Real Madrid ini ketika Carlos Queiroz ditunjuk sebagai pelatih, dan ia menjalani tugasnya dengan baik sebagai skipper, bahkan disaat tim sedang mengalami momen buruk.Memasuki masa keemasan sebagai pesepakbola, Ronaldo mungkin bisa dibilang sebagai ikon kemain di putaran final. Kecepatan, teknik, dan kekuatan kaki kanannya menjadi kunci elemen penting bagi Portugal di sektor kiri.Bila performanya di klub diiringi dengan kesuksesan, tidak demikian di tim nasional. Banyaknya kritikan yang menyebutkan Ronaldo tak memperlihatkan kualitasnya secara maksimal di tim nasional.Kendati demikian, dia memperlihatkan kapasitasnya itu di leg kedua play-off melawan Bosnia. Di laga itu, ia menunjukkan nasionalismenya bagi timnas, dan patut menjadi salah satu pemain yang patut diwaspadai di putaran final Piala Eropa 2012.Pemain sayap ini membutuhkan waktu lebih lama untuk memastikan dirinya mendapat tempat di Portugal secara reguler. Performanya di Manchester United yang terus mengalami peningkatan bisa dilihat bersama tim nasional. Nani merupakan pencetak gol terbanyak kedua di Seleccao selama kualifikasi Piala Eropa 2012 dengan torehan lima gol.Pengaruh Nani di Portugal berada di bawah bayang-bayang Ronaldo. Namun bintang United ini telah menunjukkan dia merupakan pemain kunci, baik ketika menyerang maupun bertahan. Setelah absen di Piala Dunia 2010, Nani berambisi memperlihatkan kelasnya di turnamen besar, dan putaran final Piala Eropa 2012 menjadi kesempatan bagi sang pemain.Seorang winger kiri alami. Fabio Coentrao menjadi bek tengah berduet dengan Angel di Maria, yang kini menjadi rekannya di Real Madrid. Naluri menyerang Coentrao membuat ia ditempatkan sebagai sayap saat memperkuat Benfica.Kemampuan yang dimiliki Coentrao membuat ia menjadi sosok bek modern. Dia bagus saat bertahan, dan mampu membantu penyerangan dengan kecepatan dan umpan silangnya. Setelah performa mengesankan di Benfica, Piala Dunia di Afrika Selatan mulai membukukan namanya di kancah internasional, dan memperlihatkan dirinya sebagai pemain kelas dunia.Minimnya pemain dengan kualitas seperti yang dimiliki dirinya di posisi itu, Portugal akan menggantungkan asa kepada pemain Real Madrid itu untuk terus bersinar di Polandia dan Ukraina.skill ronaldo akan menjadi penentu maju tidaknya tim portugal,karena saat ini dia salah satu pemain terbaik di duniajika ronaldo cedera,tim portugal tidak lebih dari tim medioker di euro edisi inipeluang portugal juara tergantung dari lolos grup atau tidak,jika lolos grup,mungkin peluang melesat ke final sangat besar,karena unggulan teratas,jerman dan belanda satu grup dengan portugal

Portugal memulai kualifikasi dengan tidak mulus, kehilangan lima poin dari dua laga awal di bawah asuhan Agostinho Oliveira. Oliveira menggantikan Carlos Queiroz yang terkena sanksi. Paulo Bento kemudian datang, dan mengambil kursi kepelatihan. Kehadiran Bento membawa kestabilan di dalam tim.

Hasilnya Seleccao meraih lima kemenangan berturut-turut. Kendati demikian, Bento menghadapi masalah internal dengan mundurnya Ricardo Carvalho. Akibatnya, Portugal menelan kekalahan dari Denmark di laga terakhir, sehingga harus menjalani laga play-off.

Di babak penentuan ini, Portugal kembali bertemu Bosnia-Herzegovina. Laga tersebut menjadi ulangan play-off menuju putaran final Piala Dunia 2010. Setelah bermain imbang tanpa gol di Zenica, Portugal akhirnya mendapatkan tiket ke Polandia dan Ukraina usai menang 6-2.

Portugal pertama kali mengikuti Piala Eropa pada 1960, dan lolos ke perempat-final setelah mengalahkan Jerman Timur. Portugal butuh waktu selama 24 tahun untuk kembali ke turnamen bergengsi di Eropa ini. Mereka tampil meyakinkan, dan berhasil melaju hingga ke semi-final.

Selepas pertengahan 1990-an, Portugal mulai eksis sebagai peserta putaran final. Setelah menembus perempat-final dan semi-final pada 1996 dan 2000, Seleccao mengalami drama menyesakkan ketika menelan kekalahan dari Yunani di final saat menjadi tuan rumah tahun 2004.

Empat tahun berselang, mereka tidak berhasil lolos ke perempat-final setelah dikalahkan Jerman 3-2, yang akhirnya menjadi runner-up turnamen.

Menjadi pelatih Seleccao merupakan pengalaman kedua bagi Paulo Bento di level kepelatihan tim senior. Sebelumnya, Bento pernah menangani Sporting Lisbon dari 2005 sampai 2009. Pelatih berusia 42 tahun, yang memiliki caps 35 bersama tim nasional sebagai gelandang, ini mendapatkan debut bagus sebagai arsitek Portugal dengan kemenangan di lima laga berturut-turut.

Kepribadian Bento yang kuat memunculkan konflik dirinya dengan Ricardo Carvalho dan Bosingwa. Kedua pemain itu akhirnya memutuskan gantung sepatu dari tim nasional. Situasi ini memunculkan keraguan mengenai kemampuannya menstabilkan tim. Kendati demikian, kemenangan 6-2 atas Bosnia di play-off telah menumbuhkan harapan fans, ia merupakan sosok yang tepat bagi Portugal.

Ban kapten disandang bintang Real Madrid ini ketika Carlos Queiroz ditunjuk sebagai pelatih, dan ia menjalani tugasnya dengan baik sebagai skipper, bahkan disaat tim sedang mengalami momen buruk.

Memasuki masa keemasan sebagai pesepakbola, Ronaldo mungkin bisa dibilang sebagai ikon kemain di putaran final. Kecepatan, teknik, dan kekuatan kaki kanannya menjadi kunci elemen penting bagi Portugal di sektor kiri.

Bila performanya di klub diiringi dengan kesuksesan, tidak demikian di tim nasional. Banyaknya kritikan yang menyebutkan Ronaldo tak memperlihatkan kualitasnya secara maksimal di tim nasional.

Kendati demikian, dia memperlihatkan kapasitasnya itu di leg kedua play-off melawan Bosnia. Di laga itu, ia menunjukkan nasionalismenya bagi timnas, dan patut menjadi salah satu pemain yang patut diwaspadai di putaran final Piala Eropa 2012.

Pemain sayap ini membutuhkan waktu lebih lama untuk memastikan dirinya mendapat tempat di Portugal secara reguler. Performanya di Manchester United yang terus mengalami peningkatan bisa dilihat bersama tim nasional. Nani merupakan pencetak gol terbanyak kedua di Seleccao selama kualifikasi Piala Eropa 2012 dengan torehan lima gol.

Pengaruh Nani di Portugal berada di bawah bayang-bayang Ronaldo. Namun bintang United ini telah menunjukkan dia merupakan pemain kunci, baik ketika menyerang maupun bertahan. Setelah absen di Piala Dunia 2010, Nani berambisi memperlihatkan kelasnya di turnamen besar, dan putaran final Piala Eropa 2012 menjadi kesempatan bagi sang pemain.

Seorang winger kiri alami. Fabio Coentrao menjadi bek tengah berduet dengan Angel di Maria, yang kini menjadi rekannya di Real Madrid. Naluri menyerang Coentrao membuat ia ditempatkan sebagai sayap saat memperkuat Benfica.

Kemampuan yang dimiliki Coentrao membuat ia menjadi sosok bek modern. Dia bagus saat bertahan, dan mampu membantu penyerangan dengan kecepatan dan umpan silangnya. Setelah performa mengesankan di Benfica, Piala Dunia di Afrika Selatan mulai membukukan namanya di kancah internasional, dan memperlihatkan dirinya sebagai pemain kelas dunia.

Minimnya pemain dengan kualitas seperti yang dimiliki dirinya di posisi itu, Portugal akan menggantungkan asa kepada pemain Real Madrid itu untuk terus bersinar di Polandia dan Ukraina.


skill ronaldo akan menjadi penentu maju tidaknya tim portugal,karena saat ini dia salah satu pemain terbaik di dunia
jika ronaldo cedera,tim portugal tidak lebih dari tim medioker di euro edisi ini

peluang portugal juara tergantung dari lolos grup atau tidak,jika lolos grup,mungkin peluang melesat ke final sangat besar,karena unggulan teratas,jerman dan belanda satu grup dengan portugal